Bukankah kita hidup untuk belajar dan bermanfaat?

 

Ini adalah tulisan saya yang termuat di Koran Jawa Pos, kolom gagasan, edisi Jum’at 23 Mei 2014. :)

Ini adalah tulisan saya yang termuat di Koran Jawa Pos, kolom gagasan, edisi Jum’at 23 Mei 2014. :)

Ini adalah tulisan saya yang termuat di Koran Jawa Pos, kolom gagasan edisi Kamis, 15 Agustus 2013.

Ini adalah tulisan saya yang termuat di Koran Jawa Pos, kolom gagasan edisi Kamis, 15 Agustus 2013.

Foto di atas di ambil di areal Plasa Surabaya, tepatnya disamping patung Sura dan Baya. Setelah selesai di daerah ini, kita jalan-jalan ke Monumen Kapal Selam. Belajar tentang isi teknologi zaman ketika itu. Juga menikmati fasilitas Video Rama. Dan lanjut untuk makan malam di D’Cost yang tak jauh dari sini. Kemudian jalan-jalan di lanjutkan ke House of Sampoerna. dan akhirnya selesai dengan menikmati Interval 2014. :)

Foto di atas di ambil di areal Plasa Surabaya, tepatnya disamping patung Sura dan Baya. Setelah selesai di daerah ini, kita jalan-jalan ke Monumen Kapal Selam. Belajar tentang isi teknologi zaman ketika itu. Juga menikmati fasilitas Video Rama. Dan lanjut untuk makan malam di D’Cost yang tak jauh dari sini. Kemudian jalan-jalan di lanjutkan ke House of Sampoerna. dan akhirnya selesai dengan menikmati Interval 2014. :)

fikrurizal:

Mendekati World No Tobacco Day 2014. 31 Mei 2014.

Hhaha, ada saya ternyata.. :D | Thanks mas bro.. (:

Lifeplan Bulan Mei 2014 - dipasang sebagai wallpaper Laptop :)

Lifeplan Bulan Mei 2014 - dipasang sebagai wallpaper Laptop :)

Hanya Ingin Menulis

House of Future Leaders (7/5/2014) at 12:41 am - Masih berhadapan dengan laptop ACER-ku yang sederhana. Meski jam sudah menunjukkan pukul 12:10 malam. Kebiasaan tidak baik ini selalu saja terulang. Daripada menyesali kebiasaan tidak baik ini, mending saja coba untuk mengubahnya ke arah yang baik yakni dengan menulis.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 
Pramoedya Ananta Toer 

Berangkat dari kutipan karya Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia (salah satu dari Tetralogi Buru) membuat saya mencoba untuk menulis beberapa hal yang ingin saya tuliskan saja. Tak ada sesuatu yang lebih daripada hanya ingin menuangkannya lewat rentetan huruf yang menyambung membentuk kalimat dan paragraf, hingga bisa kubaca dan kau mengerti maksudnya.

Malam ini masih di Asrama PPSDMS Nurul Fikri Regioal IV Surabaya. Alamatnya berada di Jalan Manyar Kartika VIII No. 6 Sukolilo, Surabaya. Tepat sebelah barat Kampus STIESIA Surabaya. Dengan cat depan warna hijau - khas Surabaya. 

Kondisinya adalah selama seminggu ini saya tidak ada kuliah. Lebih tepatnya bukan karena libur, tetapi karena teman seangkatan saya sedang melakukan Study Excursie sejak tanggal 5 Mei kemarin. Kebetulan saya memilih untuk tidak ikut dengan beberapa alasan yang tak perlu saya jelaskan. Inget, beberapa alasan loh ya. :)

Sementara tulisan saya kebawah akan coba menyumbangkan pandangan saya tentang kehidupan mahasiswa dan sedikit aktifitasnya.

Ada mahasiswa organisatoris dan ada yang tidak. Ada yang memilih menjadi aktivis dan ada yang memilih menjadi pembelajar kelas. Beberapa kawan saya menyebutnya dengan Study Oriented. Apapun itu, kita semua tetaplah mahasiswa. Sekelompok manusia, lebih tepatnya pemuda yang beruntung karena bisa merasakan nikmatnya mendapatkan ilmu-pengetahuan di tingkat yang lebih tinggi.

Yang saya khawatirkan adalah, pemaknaan akan kata mahasiswa itu yang semakin terpinggirkan. Dimana kita mendapati bahwa hanya di Indonesia sajalah kita menemukan kata “mahasiswa”. Ada tambahan kata “maha” disana. Sederhana. Namun arti dan maknanya sangat berat dan besar. Bahkan dalam bahasa inggris, penyebutan untuk mahasiswa adalah student yang artinya adalah siswa. Harapan besar dari kata “mahasiswa” adalah mereka yang tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang didapatkan. Selalu ada rasa ingin lebih dalam mencari kebenaran - lewat penguasaan akan ilmu dan pengetahuan. 

Namun, yang didapati saat ini adalah kehidupan kampus yang tak ada bedanya dengan masa sekolah saat SMA. Saya cukup heran dengan beberapa mahasiswa yang dengan bangganya mencoba untuk melakukan hal-hal yang kurang baik, seperti membolos, titip absen padahal tidak urgent banget alasannya, nyontek saat kuis; ETS dan EAS, dan lainnya. Saya menyebut mereka adalah orang yang terlambat nakal.

Kenapa begitu? Buktinya saja, mereka melakukan hal-hal tersebut, dan menceritakannya ke yang lain dengan tersenyum dan seolah tak ada rasa penyesalan atau proses berpikir bahwa hal itu tak baik dilakukan. Barangkali latar belakang mereka sebelumnya adalah siswa yang baik. Sehingga, baru merasakan kenakalannya saat duduk di bangku perkuliahan.

Habiskanlah masa nakalmu di saat mudamu, Nak.

Masa menjadi mahasiswa seharusnya menjadi masa penginsafan diri, masa pembelajar sejati untuk menyiapkan bentuk kontribusi besar dan nyata bagi masa depan setelah selesai dengan masa pembelajaran ini. Kita melihat dan menginkan bentuk Indonesia impian untuk segera terwujud, tetapi yang saya lihat semakin tahun adalah jumlah mahasiswa yang nakal terlambat semakin banyak dan bertambah. Saya khawatir hal ini akan memperlambat tercapainya cita-cita Indonesia Mulia.

Lalu, sudahkah kita mencoba untuk berpikir sampai manakah kita sekarang?

Hari-hari Akhir di Asrama PPSDMS Surabaya

House of Future Leaders (13/4) at 8:20 am - Tampak bersemangat para Heroboy - sebutan untuk Peserta PPSDMS Surabaya - sedang bersama mengoreksi hasil dari Tes Tulis calon Peserta PPSDMS angkatan VII untuk masa pembinaan 2014-2016 yang telah diselenggarakan pada Sabtu (12/4) kemarin.

image

Foto: Abdul Ghofur

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di setiap zaman ada pemimpin yang Allah tunjuk sesuai dengan keadaan hati masyarakatnya. Jika Allah hendak memperbaiki masyarakat ini maka Allah tunjuk pemimpin yang baik. Dan jika Allah hendak membinasakan mereka, Allah tunjuk pemimpin yang zalim."

Berangkat dari sabda Rasul Allah tersebut, saya memahami betul bahwa Allah yang Maha Adil tak akan begitu saja membiarkan makhluk ciptaan terbaiknya (red: manusia) hidup tanpa seorang pemimpin. PPSDMS (Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis) sebagai lembaga yang konsisten dan komitmen untuk berjuang memperbaiki kondisi bangsa dengan semangat keagamaan sebagai pedoman, terus melakukan langkah-langkah besar yang salah satunya dimulai dengan adanya regenerasi. 

Tak dirasa waktu bergulir dengan cepat, banyak cerita yang mengisinya. Jika dulu saya dan temen-temen ini yang ngelakuin serangkaian tes gabung PPSDMS, dan sekarang kami yang menyiapkan kesemuanya. Beberapa hari lagi kami akan meninggalkan asrama tercinta ini, meninggalkan kenangan teristimewa selama didalamnya, tak lagi mendengarkan gemericik aquarium asrama, dan banyak cerita lain yang tidak bisa tertulis dengan indahnya tulisan. Sederhana saja, kenangan ini tak akan pernah terlupa dan akan teringat sampai di Surga-NYA. Aaminn.

Berbuat baik, berbagi kebaikan dan menjadi yang terbaik itulah kekerenan tersendiri.

Masing-masing masih akan terus memperbaiki diri sambil memberikan sesuatu yang pastinya lebih besar dan lebih berat kedepannya. Kehidupan pasca asrama. Akan lebih banyak tantangan yang lebih besar yang harus dihadapi, dan dengannya akan dibuthkan pula kekuatan yang lebih untuk meluluskan diri dari setiap ujian dunia yang ada. Namun, jiwa kami tetaplah sama. 

Dan pada akhirnya, setiap hal yang kita capai hari ini adalah hasil dari kerja keras kita dimasa lalu. Dan kerja keras kita selama ini akan menjadi buah tersendiri dimasa depan. Hal ini senada dengan pesan populer inspirator saya, Steve Jobs dengan Connecting the Dots-nya. Tetap bersemangat saudaraku, terus menjadi pribadi yang bersyukur dan jangan lupa untuk memberikan kebermanfaatan bagi sesama manusia. :)

Ini adalah tulisan saya mengenai reportase kegiatan 1st Summit Global Cigarettes Movement yang berlangsung pada 5 dan 6 April 2014 di Jogjakarta. Tulisan ini termuat di media online Okezone.comUntuk membaca berita selengkapnya bisa ke tautan berikut:http://kampus.okezone.com/read/2014/04/08/373/966957/jangan-hanya-anti-tapi-peduli-perokok-ya

Ini adalah tulisan saya mengenai reportase kegiatan 1st Summit Global Cigarettes Movement yang berlangsung pada 5 dan 6 April 2014 di Jogjakarta. Tulisan ini termuat di media online Okezone.com

Untuk membaca berita selengkapnya bisa ke tautan berikut:
http://kampus.okezone.com/read/2014/04/08/373/966957/jangan-hanya-anti-tapi-peduli-perokok-ya

Di atas segala lapangan Tanah Air aku hidup aku gembira. Dan di mana kakiku menginjak bumi Indonesia, di sanalah tumbuh bibit cita-cita yang kusimpan dalam dadaku.

Mohammad Hatta